Category: wasiat dan nasehat


Alhamdulillah, smoga Allah memberikan rahmat kepada saya dan teman2 smua yang sudi berkenan utk mampir di blog saya yang sangat sederhana.. alhamduillah, walaupun sempat berhenti selama setahun lebih utk nge-‘Blog” , akhirnya in syaa allah mulai sekarang saya akan berusaha menyempatkan keluangan waktu untuk menulis , atau pun meng-share ilmu, informasi dan yang lainnya yang terutama berkaitan tentang dunia islam..

semoga Allah memberikan ke-istiqomah-an kepada saya untuk merawat blog ini .. baarokallahu fiikum..

Ketika nafas mulai tersengal…

Ketika nyawa sedang meregang…

Ketika mata membelalak dan dahi berkeringat…

Pintu taubat telah tertutup. Engkau mulai memasuki gerbang kehidupan baru. Sementara istri, anak dan keluarga serta kerabatmu menangis dan merintih disisimu, engkau sedang dalam kesedihan yang mendalam, tidak ada seorang pun yang mampu menyelamatkan dan menghindarkan dirimu dari jemputan Malaikat Maut. Kini, engkau saksikan dan rasakan sendiri peristiwa mengerikan itu, setelah sebelumnya engkau mereguk banyak kenikmatan dan kesenangan tanpa kenal rasa syukur. Telah datang ketentuan Allah kepadamu, lalu nyawamu diangkat ke langit. Setelah itu, kebahagiaan atau kesengsaraankah yang akan engkau dapat?

Baca lebih lanjut

Ilmu Itu Cahaya Kebodohan Itu Kegelapan

 

Asy-Syaikh Abdur Razaq bin Abdul Muhsin Al-Badr hafizhahullah berkata dalam kitabnya “Syarh Al-Manzhumah Al-Mimiyah” hal. 40-41. Dan kitab ini ditaqrizh (diresensi) oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkhaly hafizhahullah:

 

Berkata Al-Imam Al-Hafizh Al-Hakamy rahimahullah:

Ilmu itu cahaya yang terang yang menerangi dengannya

 

orang yang bahagia dan orang yang bodoh dalam kegelapan

 

Ilmu itu puncak kehidupan bagi para hamba sebagaimana

 

orang-orang yang bodoh itu mati karena kebodohan mereka

Baca lebih lanjut


الناس من جهة التمثيل أكفاء                  أبوهم آدم والأم حواء

نفس كنفس وأرواح مشاكلة                 وأعظم خلقت فيهم وأعضاء

فإن يكن لهم في أصلهم شرف                 يفاخرون به فالطين والماء

ما الفخر إلا لأهل العلم إنهم                  على الهدى لمن استهدى أدلاء

وقدر كل امرئ ما كان يحسنه                وللرجال على الأفعال أسماء

وضد كل امرئ ما كان يجهله                 والجاهلون لأهل العلم أعداء

ففز بعلم تعش حيا به أبدا               الناس موتى وأهل العلم أحياء

 

=== Baca lebih lanjut

يا أيها الرجل المعلم غيره *** هلا لنفسك كان ذا التعليم

أتراك تلقح بالرشاد عقولنا *** صفة وأنت من الرشاد عديم

لا تنه عن خلق وتأتي مثله *** عار عليك إذا فعلت عظيم

ابدأ بنفسك فانهها عن غيها *** فإذا انتهت عنه فأنت حكيم

فهناك ينفع إن وعظت ويقتدى *** بالقول منك وينفع التعليم

Baca lebih lanjut

Imam Muzany bercerita,”Aku menemui Imam Asy-Syafi’iy menjelang wafatnya, lalu aku berkata,”bagaimana keadaanmu pagi ini, wahai ustadzku?”

 

Beliau menjawab:

“Pagi ini aku akan melakukan perjalanan meninggalkan dunia, akan berpisah dengan kawan-kawanku, akan meneguk gelas kematian, akan menghadap kepada Allah dan akan menjumpai kejelekan amalanku. Aku tidak tahu, apakah diriku berjalan ke syurga sehingga aku memberinya ucapan kegembiraan, atau berjalan ke neraka sehingga aku menghibur kesedihannya.”

Baca lebih lanjut

Oleh: al-Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc Hafizhahullah

 

 

1. Berguru hanya kepada buku (otodidak)[1] sehingga kehilangan suri tauladan.

 

 

Ulama salaf terdahulu melarang orang yang hanya berguru kepada buku untuk mengajar dan berfatwa, sebagaimana mereka melarang belajar al qur’an dari orang yang tidak pernah talaqqi.

 

Abu Zur’ah Ar-Razi berkata : “shohafi (yang hanya berguru kepada buku) tidak boleh berfatwa...”. (Al Faqih wal mutafaqqih 2/97).

Baca lebih lanjut

Allah Ta`ala berfirman dalam kitab-Nya:

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga, di bawahnya banyak sungai mengalir; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-taubah : 100)

Dalam ayat di atas Allah Subhanahu wa Ta`ala memberi pujian kepada para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam kebaikan. Merekalah generasi terbaik yang dipilih oleh Allah sebagai pendamping nabi-Nya dalam mengemban risalah ilahi.

Pujian Allah tersebut, sudah cukup sebagai bukti keutamaan atau kelebihan mereka. Merekalah generasi salaf yang disebut sebagai generasi Rabbani yang selalu mengikuti jejak langkah Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam. Baca lebih lanjut