Category: aqidah


๐Ÿ’Ÿ AQIDAH ๐Ÿ’Ÿ

โœณIntisari Tauhid (3) โœณ

PERINTAH UNTUK BERTAUHID DAN BERBUAT BAIK KEPADA ORANG TUA

Allah Taโ€™ala berfirman:

ูˆูŽู‚ูŽุถูŽู‰ ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ุฃูŽู„ูŽู‘ุง ุชูŽุนู’ุจูุฏููˆุง ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฅููŠูŽู‘ุงู‡ู ูˆูŽุจูุงู„ู’ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู’ู†ู ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู‹ุง

โ€œDan Rabb-mu telah memerintahkan kalian, โ€œJanganlah kalian beribadah, kecuali hanya kepada-Nya, dan hendaknya kalian berbuat baik kepada kedua orang tua (kalian) dengan sebaik-baiknya โ€ฆ.โ€ [Al-Isrรข`: 23]

Ayat ini adalah pengabaran bahwa Allah Subhรขnahu wa Taโ€™รขlรข telah memerintahkan dan mewasiatkan melalui lisan-lisan para rasul-Nya agar hanya Dia semata yang disembah, tidak ada yang disembah selain-Nya. Begitu juga wasiat agar seorang anak berbuat baik kepada kedua orang tuanya, melalui ucapan atau perbuatan, serta tidak berbuat jelek kepada kedua (orang tua)nya karena kedua (orang tua)nyalah yang telah memelihara dan mendidiknya ketika masih kecil dan lemah sampai dia menjadi kuat dan dewasa.

๐Ÿ”ถFaedah Ayat

1. Bahwasanya tauhid itu adalah kewajiban yang pertama kali Allah perintahkan, juga merupakan kewajiban yang pertama atas hamba.

2. Kandungan kalimat Lรข Ilรขha Illallรขh berupa peniadaan dan penetapan, yang padanya terdapat dalil yang menunjukkan bahwa tauhid tidak akan tegak, kecuali dibangun di atas nafi dan itsbat (meniadakan peribadahan kepada selain Allah dan menetapkan ibadah hanya untuk Allah saja) sebagaimana (penjelasan) yang telah berlalu.

3. Besarnya hak kedua orang tua. Allah mengikutkan hak kedua (orang tua) tersebut kepada hak-Nya, dan hak tersebut ada pada tingkatan kedua.

4. Kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua dengan segala jenis kebaikan, sebab Allah tidak mengkhususkan satu jenis kebaikan tanpa yang lainnya.

5. Keharaman durhaka terhadap kedua orang tua.

[Diringkas dari Kitab Penjelasan Ringkas Kitab Tauhid karya Syaikh Shalih Al-Fauzan]

Lihat postingan-postingan sebelumnya di affanbasyaib.wordpress.com

๐Ÿ’ŸAQIDAH๐Ÿ’Ÿ

โœณIntisari Tauhid (2) โœณ

DAKWAH PARA RASUL ADALAH DAKWAH TAUHID

Allah Taโ€™ala berfirman:

ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุจูŽุนูŽุซู’ู†ูŽุง ูููŠ ูƒูู„ูู‘ ุฃูู…ูŽู‘ุฉู ุฑูŽุณููˆู„ุงู‹ ุฃูŽู†ู ุงุนู’ุจูุฏููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ุงู„ุทูŽู‘ุงุบููˆุชูŽ

โ€œDan sesungguhnya, Kami telah mengutus rasul pada setiap umat (untuk menyerukan), โ€˜Beribadahlah kepada Allah (semata) dan jauhilah thaghut.โ€™.โ€ [An-Nahl: 36]

Allah Subhรขnahu wa Taโ€™ala telah mengabarkan bahwa Dia telah mengutus seorang rasul pada setiap umat dan kurun manusia, yang mengajak kepada manusia untuk beribadah kepada Allah semata dan meninggalkan peribadahan kepada selain-Nya. Allah terus mengutus para rasul-Nya kepada manusia sejak terjadinya kesyirikan pada bani Adam pada zaman Nabi Nuh hingga Allah menutup para nabi dengan Muhammad shallallรขhu โ€˜alaihi wa sallam.

Faedah Ayat

1. Sesungguhnya hikmah pengutusan para rasul adalah untuk berdakwah menyeru kepada tauhid dan melarang dari kesyirikan.

2. Sesungguhnya agama para nabi adalah satu, yaitu memurnikan peribadahan kepada Allah dan meninggalkan kesyirikan, meskipun syariat mereka berbeda-beda.

3. Bahwa risalah (tauhid) ini berlaku untuk setiap umat dan hujjah telah tegak bagi seluruh umat manusia.

4. Ayat di atas menerangkan keagungan perkara tauhid dan bahwa tauhid wajib atas seluruh umat.

5. Di dalam ayat ini, terdapat kandungan kalimat Lรข Ilรขha Illallรขh berupa penafian (peniadaan) dan itsbat (penetapan). Hal ini menunjukkan bahwa tauhid tidak dapat ditegakkan, kecuali dengan keduanya (nafi dan itsbat). Adapun nafi saja, itu bukanlah penauhidan. Demikian pula, itsbat saja bukanlah penauhidan.

[Diringkas dari Kitab Penjelasan Ringkas Kitab Tauhid karya Syaikh Shalih Al-Fauzan]

โœดAQIDAHโœด

โœณUshul Tsalatsah (bag.2)โœณ

๐Ÿ“”Matan:

โ™ฆู‚ุงู„ ุงู„ุฅู…ุงู… ุงู„ุนู„ุงู…ุฉ ุงู„ู…ุฌุฏุฏ ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุนุจุฏุงู„ูˆู‡ุงุจ ุนู† ุงู„ุฃุตูˆู„ ุงู„ุซู„ุงุซุฉ ูˆุฃุฏู„ุชู‡ุง ูู‚ุงู„:

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…
ุงุนู„ู… ุฑุญู…ูƒ ุงู„ู„ู‡ ุฃู†ู‡ ูŠุฌุจ ุนู„ูŠู†ุง ุชุนู„ู… ุฃุฑุจุน ู…ุณุงุฆู„:
ุงู„ุฃูˆู„ู‰: ุงู„ุนู„ู…ุŒ ูˆู‡ูˆ ู…ุนุฑูุฉ ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆู…ุนุฑูุฉ ู†ุจูŠู‡ุŒ ูˆู…ุนุฑูุฉ ุฏูŠู† ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุจุงู„ุฃุฏู„ุฉ.

๐Ÿ”ถ Berkata Penulis (yakni Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rahimahullah):

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Saudaraku, Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada anda.

Ketahuilah, bahwa WAJIB bagi kita untuk mendalami empat masalah, yaitu :

โœ…1.Ilmu, yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya dan mengenal agama Islam berdasarkan dalil-dalilnya.

๐Ÿ“ข Penjelasan Ringkas:

โฉPenulis Rahimahullah memulai kitabnya dengan membaca basmalah sebagai bentuk dari meneladani kitabullah yang setiap surat di dalamnya dimulai dengan basmalah, kecuali surat At-Taubah. Hal ini juga merupakan bentuk ittibaโ€™ beliau kepada sunnah Rasulullah โ€“shallallahu โ€˜alaihi wa sallam-, dimana Rasulullah-shallallahu โ€˜alaihi wa sallam- pada surat-surat yang beliau kirimkan kepada para raja dunia beliau memulai surat tersebut dengan ungkapan basmalah. Hal ini juga merupakan kebiasaan para ulama dari masa ke masa, semoga Alloh merahmati mereka semuanya.

โฉ Makna Ilmu adalah mengetahui petunjuk dengan dalilnya. Dan yang dimaksud ilmu disini adalah ilmu agama (Ilmu Syarโ€™i). Maka wajib bagi setiap muslim untuk memelajari ilmu yang dibutuhkan dalam menegakkan agamanya seperti landasan keimanan, puasa, sholat, dan hal-hal lain yang tidak akan sempurna suatu kewajiban dengan perkara itu maka wajib untuk dipelajari juga.

โฉ Dalil yang menunjukkan wajibnya menuntut ilmu adalah hadits dari Anas Bin Malik โ€“radhiyallahu โ€˜anhuโ€“ bahwa Rasulullah- Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda:
ุทู„ุจ ุงู„ุนู„ู… ูุฑูŠุถุฉ ุนู„ู‰ ูƒู„ ู…ุณู„ู…
โ€œ Menuntut Ilmu Itu Wajib Atas Setiap Muslim โ€œ. (Hadits ini diriwayatkan oleh imam Bukhari)

โฉSyaikh mengkhususkan tiga perkara ini karena ketiganya merupakan landasan utama yang mana Islam tidak akan tegak kecuali di atasnya. Dan seorang hamba akan ditanyai tentang tiga perkara ini dalam kuburnya kelak. Seorang manusia jika sudah mengetahui Rabbnya, Nabinya dan agamanya dengan dalil-dalil maka sempurnalah agamanya . Dalilnya adalah Hadits Imam Abu Dawud rahimahullah

ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุจูŽุฑูŽุงุกู ุจู’ู†ู ุนูŽุงุฒูุจู ู‚ูŽุงู„ูŽ : ุฎูŽุฑูŽุฌู’ู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ููู‰ ุฌูŽู†ูŽุงุฒูŽุฉู ุฑูŽุฌูู„ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงุฑู ููŽุงู†ู’ุชูŽู‡ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ูŽุจู’ุฑู ูˆูŽู„ูŽู…ูŽู‘ุง ูŠูู„ู’ุญูŽุฏู’ ููŽุฌูŽู„ูŽุณูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูˆูŽุฌูŽู„ูŽุณู’ู†ูŽุง ุญูŽูˆู’ู„ูŽู‡ู ูƒูŽุฃูŽู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุกููˆุณูู†ูŽุง ุงู„ุทูŽู‘ูŠู’ุฑู ูˆูŽููู‰ ูŠูŽุฏูู‡ู ุนููˆุฏูŒ ูŠูŽู†ู’ูƒูุชู ุจูู‡ู ููู‰ ุงู„ุฃูŽุฑู’ุถู ููŽุฑูŽููŽุนูŽ ุฑูŽุฃู’ุณูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ุงุณู’ุชูŽุนููŠุฐููˆุง ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจู ุงู„ู’ู‚ูŽุจู’ุฑู. ู…ูŽุฑูŽู‘ุชูŽูŠู’ู†ู ุฃูŽูˆู’ ุซูŽู„ุงูŽุซู‹ุง โ€“ ุฒูŽุงุฏูŽ ููู‰ ุญูŽุฏููŠุซู ุฌูŽุฑููŠุฑู ู‡ูŽุง ู‡ูู†ูŽุง โ€“ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽูŠูŽุณู’ู…ูŽุนู ุฎูŽูู’ู‚ูŽ ู†ูุนูŽุงู„ูู‡ูู…ู’ ุฅูุฐูŽุง ูˆูŽู„ูŽู‘ูˆู’ุง ู…ูุฏู’ุจูุฑููŠู†ูŽ ุญููŠู†ูŽ ูŠูู‚ูŽุงู„ู ู„ูŽู‡ู : ูŠูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ุฏููŠู†ููƒูŽ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุจููŠูู‘ูƒูŽ. ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‡ูŽู†ูŽู‘ุงุฏูŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูˆูŽูŠูŽุฃู’ุชููŠู‡ู ู…ูŽู„ูŽูƒูŽุงู†ู ููŽูŠูุฌู’ู„ูุณูŽุงู†ูู‡ู ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ุงูŽู†ู ู„ูŽู‡ู : ู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุจูู‘ูƒูŽ ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู : ุฑูŽุจูู‘ู‰ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู. ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ุงูŽู†ู ู„ูŽู‡ู : ู…ูŽุง ุฏููŠู†ููƒูŽ ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู : ุฏููŠู†ูู‰ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู. ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ุงูŽู†ู ู„ูŽู‡ู : ู…ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ุงู„ูŽู‘ุฐูู‰ ุจูุนูุซูŽ ูููŠูƒูู…ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู : ู‡ููˆูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…-. ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ุงูŽู†ู : ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูุฏู’ุฑููŠูƒูŽ ููŽูŠูŽู‚ููˆู„ู : ู‚ูŽุฑูŽุฃู’ุชู ูƒูุชูŽุงุจูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽุขู…ูŽู†ู’ุชู ุจูู‡ู ูˆูŽุตูŽุฏูŽู‘ู‚ู’ุชู. ุฒูŽุงุฏูŽ ููู‰ ุญูŽุฏููŠุซู ุฌูŽุฑููŠุฑู : ููŽุฐูŽู„ููƒูŽ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘ (ูŠูุซูŽุจูู‘ุชู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง). ุงู„ุขูŠูŽุฉูŽโ€ฆ
Dari al-Baraโ€™ bin โ€˜Azib radhiyallahuโ€™anhu. Dia berkata: Suatu saat kami keluar bersama Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam untuk mengiringi jenazah salah seorang lelaki dari kaum Anshar. Ketika kami sampai di kubur dan jenazah itu telah dikuburkan maka Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pun duduk dan kami pun ikut duduk di sekitar beliau, dan seolah-olah saat itu di atas kami ada burung. Di tangan beliau ada sebilah tongkat kayu yang beliau pukul-pukulkan ke tanah lalu beliau mengangkat kepalanya ke langit seraya mengatakan, โ€œMintalah perlindungan kepada Allah dari siksa kubur.โ€ Beliau mengucapkannya dua atau tiga kali. Di dalam hadits Jarir terdapat tambahan โ€œNah, di sinilah.โ€Dan beliau melanjutkan, โ€œSesungguhnya dia mampu mendengar suara sandal-sandal mereka saat mereka berbalik untuk pulang. Ketika itulah ditanyakan kepadanya, โ€˜Wahai orang ini, siapakah Rabbmu, apakah agamamu, dan siapa Nabimu?’โ€ Hannad berkata: Beliau mengatakan, โ€œDatanglah dua malaikat yang mendudukkannya lalu menanyakan kepadanya, โ€˜Siapa Rabbmuโ€™ lalu dia pun menjawab, โ€˜Rabbku adalah Allahโ€™. Lalu mereka berdua bertanya kepadanya, โ€˜Apa agamamuโ€™ dan dia pun menjawab, โ€˜Agamaku Islamโ€™. Lalu mereka kembali bertanya, โ€˜Siapakah lelaki ini yang telah diutus di tengah-tengah kalianโ€™. Maka dia menjawab, โ€˜Dia adalah Rasulullah -shallallahu โ€˜alaihi wa sallam-.โ€™ Lalu mereka berdua bertanya, โ€˜Ilmu apa yang kamu ketahui?โ€™ Maka dia menjawab, โ€˜Aku membaca Kitabullah, aku beriman dan membenarkannya.โ€™ Di dalam hadits Jarir terdapat tambahan, โ€œItulah maksud dari firman Allah โ€˜azza wa jalla (yang artinya), โ€˜Allah akan meneguhkan orang-orang yang beriman dst.โ€™โ€ฆโ€ (HR. Abu Dawud, dinyatakan sahih oleh al-Albani)

โฉ Mengenal Allah maksudnya adalah mengenal Allah dengan mempelajari ayat-ayat syarโ€™i yang tertuang dalam Al-Qurโ€™an dan Sunnah Rasulullah โ€“shallallohu โ€˜alaihi wa sallamโ€“ serta mempelajari tanda-tanda kebesaran Allah pada makhluk-Nya maka sebuah pengenalan berkonsekuensi untuk menerima semua syariat yang Allah turunkan dan menaatiNya, serta berhukum dengan syariatNya yang diturunkan kepada RasulNya Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.

โฉ Mengenal Rasulullah โ€“shallallohu โ€˜alaihi wa sallamโ€“ adalah unsur pokok dalam agama ini, karena beliau adalah penyampai risalah dari Allah Taโ€™ ala. Pengenalan ini melazimkan seseorang agar menerima semua yang dibawa oleh Rasulullah โ€“shallallohu โ€˜alaihi wa sallamโ€“ dari Allah Taโ€™ala berupa hidayah dan agama yang benar

โฉ Islam memiliki 2 makna yaitu makna secara umum dan khusus. Islam bermakna Umum yaitu beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukannya, dan inilah agama para nabi. Allah -Subhanahu Wa Taโ€™ala- berfirman tentang Taurat dan Bani Israil
ูŠูŽุญู’ูƒูู…ู ุจูู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ูˆู†ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ููˆุง
โ€œyang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allahโ€ [Al-Maidah : 44]

โฉ Adapun makna Islam secara khusus adalah agama yang dengannya Allah Taโ€™ala mengutus Nabi-Nya Muhammad yang merupakan agama terakhir dan tidak diterima agama apapun selain Islam. Allah berfirman :

ูˆูŽู…ูŽู† ูŠูŽุจู’ุชูŽุบู ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู ุฏููŠู†ุงู‹ ููŽู„ูŽู† ูŠูู‚ู’ุจูŽู„ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูููŠ ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽุงุณูุฑููŠู†ูŽ
โ€œBarangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugiโ€ (Ali-Imron ayat 85)

ุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูŽูƒู’ู…ูŽู„ู’ุชู ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฏููŠู†ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุชู’ู…ูŽู…ู’ุชู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู†ูุนู’ู…ูŽุชููŠ ูˆูŽุฑูŽุถููŠุชู ู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ุฏููŠู†ุงู‹

โ€œPada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu niโ€™mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimuโ€ (Al-Maidah ayat 3)

โฉ Al-Adillah yaitu bentuk jamak dari dalil. Dalil artinya petunjuk untuk mencapai hal yang diinginkan. Dalil tersebut terbagi dua: samโ€™iy yaitu yang ditetapkan melalui wahyu dari Al-Qurโ€™an dan As-Sunnah. Atau โ€˜aqly (argumentasi logis) yaitu yang diketahui melalui hasil penelitian dan pengamatan. Akan datang pembahasannya pada pertengahan kitab ini.

——————————————-
๐Ÿ  Riyadh
๐Ÿ“† 20 Dzulqadah1436/ 4 september 2015

โœ Mohammad Affan Basyaib
S1 pendidikan Ilmu Alquran
King Saud University Riyadh KSA

๐Ÿ“ฑ@affan_basyaib
๐Ÿ’ปaffanbasyaib.wordpress.com

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata dalam kitab beliau, AL-Aqidah Al-Wasithiyyah,

โ€œDan telah kami sebutkan bahwasanya diantara unsur iman kepada Allah adalah mengimani berita yang Allah sampaikan melalui kitab-Nya, juga berita yang Allah sampaikan melalui sabda Rasul-Nya shallallahuโ€™alaihi wasallam yang mutawatir dan berita-berita yang disepakati (kebenarannya) oleh para ulama terdahulu. Dan diantara (berita) tersebut menyebutkan bahwa Allah Subhanahu Wa Taโ€™ala berada diatas langit, bersemayam diatasโ€™Arsy-Nya dan tinggi diatas makhluk-Nya. Allah Subhanah senantiasa bersama makhluk-Nya dimanapun mereka berada dan mengetahui segala sesuatu yang mereka kerjakan. Sebagaimana hal ini Allah sebutkan dalam firman-Nya, Baca lebih lanjut

Definisi Iman

Definisi Iman secara Bahasa

Iman secara bahasa berarti at-tashdiiq (pembenaran), sebagaimana firman Allah taโ€™ala :
ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุจูู…ูุคู’ู…ูู†ู ู„ูŽู†ูŽุง
โ€œDan kamu sekali-kali tidak akan percaya/membenarkan kepada kamiโ€ [QS. Yuusuf : 17].
Dikarenakan ia merupakan lafadh syarโ€™iy, maka tidak cukup hanya diartikan dari segi bahasa saja, akan tetapi harus dikembalikan pada pengertian nash-nash syarโ€™iy. Maka, kita dapati Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menyebutkan beberapa penjelasan penting tentang perbedaan antara tashdiiq dan iman. Beliau rahimahullah berkata : Baca lebih lanjut
Inilah pembahasan yang sangat indah oleh imam yang mulia, imam Ibnul Qayyim Rahimahullah
Ketahuilah wahai para pemuda, sesungguhnya anda diciptakan untuk suatu urusan yang maha penting, tujuan yang luhur, yang untuk tujuan itulah Allah menciptakan dunia dan seisinya, meยญngutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab unยญtuk menyeru kepadanya. Tujuan tersebut adalah berยญibadah kepada Allah Ta’ala tanpa menyekutukan dengan suatu apapun.

Ibadah inilah yang merupakan hakikat dinul Islam. Itulah millah (jalan)nya bapak kita Ibrahim, yang barangsiapa membencinya berarti berlaku boยญdoh terhadap dirinya sendiri, termasuk golongan orang-orang yang SESAT dan BINASA. Baca lebih lanjut

Saudaraku yang semoga dirahmati oleh Allah, sesungguhnya orang yang tidak mengenal kemuliaan akhirat dan malas beribadah akan menganggap dunia ini sebagai negeri yang senantiasa ia tempati. Ia selalu merasa kurang terhadap apa yang dimilikinya, tidak pernah merasa cukup mengejar dunia sampai segala keinginannya terpenuhi. Padahal, apa yang ia usahakan, berupa harta, anak, dan lain-lain, semua itu tidak akan pernah menimbulkan kepuasan pada dirinya, bahkan mampu membawa kesengsaraan baginya. Seharusnya dia menyadari bahwa sebentar lagi kematian akan menghampirinya. Adapun orang yang mendapat taufik, dia menyadari bahwa dunia dan segala keindahannya itu hanyalah tipuan belaka, sehingga dia tidak terperdayaย  bahkan sebaliknya akan bergegas menuju ampunan Allah serta surga yang seluas langit dan bumi, yang dipersiapkan bagi orang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

 

Kenikmatan di Surga

Saudaraku โ€ฆ bersegeralah menuju ampunan Rabb kalian dan surga yang seluas langit dan bumi. Di dalamnya terdapat berbagai kenikmatan yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, ataupun terbetikย  di hati seorangpun. Hal ini sebagaimana dibenarkan oleh firman Allah ‘azza wa jalla yang artinya, Baca lebih lanjut

Banyak orang mengenal rukun iman tanpa mengetahui makna dan hikmah yang terkandung dalam keenam rukun iman tersebut. Salah satunya adalah iman kepada takdir. Tidak semua orang yang mengenal iman kepada takdir, mengetahui hikmah dibalik beriman kepada takdir dan bagaimana mengimani takdir. Berikut sedikit ulasan mengenai iman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk.

Takdir (qadar) adalah perkara yang telah diketahui dan ditentukan oleh Allah Subhanahu wa Taโ€™ala dan telah dituliskan oleh al-qalam (pena) dari segala sesuatu yang akan terjadi hingga akhir zaman. (Terj. Al Wajiiz fii โ€˜Aqidatis Salafish Shalih Ahlis Sunnah wal Jamaโ€™ah, hal. 95)

Baca lebih lanjut

meniti IMAN menggapai UKHUWAH

Oleh Alfadhil Ustadz Kholid Syamhudi, Lc Hafidzahullahu Ta’ala

 

Kaum Muslimin dewasa ini dalam keadaan carut marut dan berpecah belah. Kata ukhuwah (persaudaraan) pun mencuat dan dikumandangkan di mana-mana dengan aneka ragam pengertiannya. Banyak kaum Muslimin mendambakan terwujudnya ukhuwah ini seperti pernah terwujud di masa lampau. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut akhirnya banyak opini dilontarkan dan teori pun dikonsepkan. Bahkan tidak sedikit yang sudah mencoba dan mengusahakannya dengan beragam konsep dan teori. Namun kadang mereka melupakan konsep Islam yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan digariskan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam kitab suci-Nya yang paling agung yaitu al-Qur`an. Atau bisa jadi karena ketidaksabaran mereka dalam menunggu hasilnya. Karena itu perlu adanya pencerahan tentang masalah ini.

 

Ini adalah sedikit upaya dan partisipasi menyampaikan konsep tersebut secara ringkas, dengan mengambil dasar al-Qur`an dan Sunnah serta pernyataan para ulama. Semoga bisa menjadi sebuah pencerahan kepada kaum Muslimin untuk bisa menggapaiย ukhuwah imaniyah yang dimaksud.

Baca lebih lanjut