بسم ألله ألرحمن ألرحيم

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Wahai Saudaraku, yang perlu engkau ketahui bahwa Basmalah adalah engkau mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim seperti yang dikatakan oleh Syaikh Abu Bakar bin Jabir Al-Jazairi di dalam kitab beliau Aisarut Tafasir.

Basmalah diucapkan atau dituliskan oleh orang yang mengungkapkannya ini memiliki maksud dan tujuan yang mulia. Bahkan Allah memerintahkannya di dalam Alquran, sebagaimana dalam firmanNya yang mulia, Allah Ta’ala Berfirman

 وَقَالَ ارْكَبُواْ فِيهَا بِسْمِ اللّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

Dan Nuh berkata: “Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.” Sesungguhnya Robbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Hud [11]: 41)

            Ayat di atas adalah perintah Allah kepada Nabi Nuh alaihimus salam, di mana Nabi Nuh memerintahkan kepada kaumnya untuk menaiki kapal dengan mengucapkan basmalah. Dan di dalam firman Allah yang lainnya, Allah Ta’ala berfirman,

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

Bacalah dengan (menyebut) nama Robbmu Yang Menciptakan. (QS. al-Alaq [96]: 1)

Dalam ayat ini, Allah memerintahkan agar Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam membaca dan mengawali bacaannya dengan basmalah saat beliau Shallallahu ‘alaihi Wasallam menerima wahyu yang pertama.

Tidak hanya itu wahai saudaraku, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun sangat menganjurkan untuk memulai segala aktivitas kita dengan basmalah. Diantara contohnya adalah ketika berwudhu’, Nabi yang mulia Shallallahu alaihi wa sallam pernah berkata, Berdasarkan hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

لاَ صَلاَة َلِمَنْ لاَ وُضُوْءَ لَهُ، وَلاَ وُضُوْءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ

Tidak sah sholatnya orang yang tidak berwudhu, dan tidak sah wudhu orang yang tidak menyebut asma Allah kepadanya.” (HR. Ibnu Majah 1/140/399 dan Abu Dawud 1/174/101, dihasankan oleh al-Albani dalam Shohih Ibnu Majah: 320 dan dalam Irwa’ul Gholil 1/122)

 

Demikian pula saat anda hendak keluar rumah. Berdasarkan hadits dari sahabat Anas radhiyallahu anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ: بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَي اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ، قَالَ: يُقَالُ حِيْنَئِذٍ: هُدِيْتَ وَكُفِيْتَ وَوُقِيْتَ، فَتَتَنَحَّي الشَّيَاطِيْنُ, فَيَقُوْلُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ.

“Apabila seseorang ketika keluar dari rumahnya ia berkata: ‘Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya upaya dan tidak pula kekuatan selain dari Allah.’” Maka beliau melanjutkan sabdanya: “Dikatakan ketika itu kepadanya: ‘Engkau telah diberi petunjuk, telah dicukupi, dan telah dipelihara.’ Sehingga setan-setan pun berhamburan meninggalkannya, kemudian ada setan yang lain yang berkata: ‘Apa yang bisa kamu dapati dari seseorang yang telah diberi petunjuk dan dicukupi serta dipelihara itu?’” (HR. Abu Dawud 4/325 dan Tirmidzi 5/490. Lihat juga Shohih Tirmidzi 3/151 dan Shohihul Jami’: 6419)

Juga ketika makan, dan aktivitas makan ini setiap hari kita lakukan, maka hendaknya kita mulai dengan basmalah. Dimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda dalam  hadits dari Ummul Mu’minin Aisyah radhiyallahu anha yang berkata:

قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ: إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَاليَ، فَإِنَّ نَسِيَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ فيِ أَوِّلِهِ فَلْيَقُلْ: بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلِهِ وَأَخِرِهِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian hendak makan maka sebutlah nama Allah Ta’ala. Kalau ia lupa menyebutnya ketika hendak memulai makan, maka hendaklah ia mengucapkan: ‘Dengan nama Allah di awal dan di akhir.’” (HR. Abu Dawud 3/347 dan Tirmidzi 4/288 dan ia berkata: “Hadits ini hasan shohih.” Dan dishohihkan oleh al-Albani dalam Shohih Sunan Tirmidzi 2/167 dan dalam Riyadhus Sholihin Kitab Adabuth Tho’am)

Dan masih banyak lagi tentunya anjuran beliau yang tidak terbatas hanya pada aktivitas yang tersebut di atas saja. Berkata syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi hafizhahullahu ta’ala: “Dianjurkan bagi para hamba agar mengucapkan basmalah ketika hendak makan dan minum, juga ketika hendak memakai pakaian (dan melepasnya). Juga ketika hendak masuk dan keluar masjid, ketika hendak berkendaraan, dan bahkan ketika hendak melakukan setiap hal yang memiliki nilai arti penting.” (Aisarut Tafasir jilid yang pertama oleh Syaikh Abu Bakar bin Jabir Al-jazairi hafizhahullahu)

 

Ditulis di Surabaya, 15 Oktober 2011 Ba’da Shalat Shubuh

Akhukum Fillah Mohammad Affan Basyaib

Iklan