Archive for Oktober, 2010


Bilal bin Rabah, Muazin Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam, memiliki kisah menarik tentang sebuah perjuangan mempertahankan aqidah. Sebuah kisah yang tidak akan pernah membosankan, walaupun terus diulang-ulang sepanjang zaman. Kekuatan alurnya akan membuat setiap orang tetap penasaran untuk mendengarnya.

Bilal lahir di daerah as-Sarah sekitar 43 tahun sebelum hijrah. Ayahnya bernama Rabah, sedangkan ibunya bernama Hamamah, seorang budak wanita berkulit hitam yang tinggal di Mekah. Karena ibunya itu, sebagian orang memanggil Bilal dengan sebutan ibnus-Sauda’ (putra wanita hitam). Baca lebih lanjut

Iklan
MAKNA “AL BIRR”
Al Birr yaitu kebaikan, berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam (artinya) : “Al Birr adalah baiknya akhlaq“. (Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahihnya Nomor 1794).
Al Birr merupakan haq kedua orang tua dan kerabat dekat, lawan dari Al ‘Uquuq yaitu kejelekan dan menyia-nyiakan haq..
Al Birr adalah mentaati kedua orang tua didalam semua apa yang mereka perintahkan kepada engkau, selama tidak bermaksiat kepada Allah, dan Al ‘Uquuq dan menjauhi mereka dan tidak berbuat baik kepadanya.” (Disebutkan dalam kitab Ad Durul Mantsur 5/259)
Berkata Urwah bin Zubair mudah-mudahan Allah meridhoi mereka berdua tentang firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya): “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan.” (QS. Al Isra’ : 24). Yaitu: “Jangan sampai mereka berdua tidak ditaati sedikitpun“. (Ad Darul Mantsur 5/259) Baca lebih lanjut

Pada hari kiamat, orang yang durhaka kepada orang tua akan mendapatkan  siksa yang sangat berat dan pedih. Mengapa demikian hukuman Allah  SAW.? Karena dia telah menentang perintah Allah, serta melakukan  perbuatan yang sangat keji. Allah telah memerintahkan, agar setiap orang senantiasa memuliakan orangtua. Bahkan perintah berbakti kepada orang tua disejajarkan dengan perintah beribadah kepada-Nya. Dalam  Al-Qur’an telah ditegaskan “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik  kepada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang dari  keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka jangan sekali-kali mengatakan : hus, dan janganlah kamu membentak mereka, serta ucapkanlah kepada mereka ucapan yang mulia. Dan rendahkanlah  dirimu terhadap mereka dengan penuh kasih sayang, serta ucapkanlah,  “Ya Tuhanku, kasihanilah mereka sebagaimana mereka keduanya telah mendidik aku sewaktu kecil.” (QS. Al-Isra’ : 23-24). Baca lebih lanjut